CILAMAYA WETAN | DerapHukum.click — Sebanyak 10 Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Cilamaya Wetan mengikuti kegiatan pembinaan bagi kepala madrasah serta guru inpassing dan non-inpassing. Kegiatan tersebut berlangsung di MI Insan Mulia, Kecamatan Cilamaya Wetan.
Pembinaan tersebut menjadi momentum bagi para kepala madrasah dan tenaga pendidik untuk memperkuat pemahaman sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran di lingkungan madrasah.

Salah satu materi utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta, sebuah pendekatan pendidikan yang menekankan pentingnya nilai kasih sayang, kepedulian, keteladanan, serta pembentukan karakter positif dalam proses pembelajaran.
Kegiatan menghadirkan Pengawas Pendidikan Madrasah Kecamatan Cilamaya Wetan, Hj. Faridah, M.Pd., sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, Faridah menekankan pentingnya proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter dan perkembangan peserta didik.

Menurutnya, pendekatan berbasis cinta diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, aman, dan menyenangkan bagi peserta didik. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan sekaligus pendamping dalam membangun sikap, akhlak, dan karakter siswa.
Penerapan nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membangun hubungan yang positif antara guru dan peserta didik, sehingga proses pendidikan berlangsung dengan mengedepankan kepedulian, penghargaan, dan keteladanan.

Dengan melibatkan 10 MI se-Kecamatan Cilamaya Wetan, kegiatan pembinaan ini diharapkan menjadi langkah bersama dalam menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat penerapan Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Para peserta juga diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi selama kegiatan pembinaan, tetapi mampu mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta dalam kegiatan belajar mengajar di madrasah masing-masing.

Melalui penerapan tersebut, madrasah diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan peserta didik, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang mengedepankan kasih sayang dan keteladanan.
Kegiatan pembinaan di MI Insan Mulia tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas kepala madrasah dan tenaga pendidik. Dengan peningkatan kapasitas tersebut, diharapkan proses pendidikan di 10 MI se-Kecamatan Cilamaya Wetan semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik maupun masyarakat.
(Solihin)

