Karawang,Jawa Barat | Deraphukum.click | Perguruan Al Hikmah Wong Pandawa merupakan sebuah Perguruan spiritual yang pernah berkembang di wilayah Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Perguruan ini mulai berdiri pada tahun 2012 di Kampung Karang Anyar 1, Cilamaya Wetan, dan dalam perjalanannya sempat memiliki anggota dari berbagai daerah di Karawang dan Subang.

Pada awal berdirinya perguruan tersebut dipimpin oleh pendirinya, Bapak Rohmat Hidayat yang juga dikenal dengan nama Rahmat Hidayah, R. Hidayah, atau Eyang, berasal dari Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Saat itu, jumlah anggota masih 6 orang, yakni Bapak Wasim, Bapak Sarpin, Bapak Tarwan (Mbah Kakung), Bapak Robby Ismaliana, serta Ibu Ndo, istri Bapak Robby Ismaliana & Bapak Amin.
Memasuki tahun 2013, keanggotaan mulai bertambah. Bergabung Bapak Eman Sulaiman bersama putranya, Erik Fria Dewantara. Beberapa bulan kemudian, Nanang Syahroni (Jimmy) dan Anton, yang merupakan adik-kakak dan meraka berdua saudara dari Bapak Wasim, turut menjadi anggota.

Perkembangan perguruan terus berlanjut dengan bergabungnya Nurazizah (Enung) dan Khadam (Mandor), yang merupakan anak dan menantu Bapak Wasim. Setelah itu hadir pula Triyanto dan Nurazijah, anak dan menantu dari Bapak Tarwan (Mbah Kakung).
Seiring waktu, sejumlah anggota berasal dari berbagai wilayah, di antaranya Bapak Watim dari tanggul pertamina, Ustad Cucun (Acun) dari Bungur subang, di lanjut dengan Bapak Cece & Ibu Ini Septiani dari kampung jambu dan Sidik dari Pasar Lama Cilamaya, Ata Ardinata dari Blanakan, Subang, Adi Saputra dari Mekarjaya, Subang, serta Narwan dari Jungklang, Banyusari. Selain itu bergabung pula Ahmad, Karim (Cherlis), Nia, Reh Fahmi (Iyeh), Hilman Firdaus (Cuyut), Juju Julaeha, Ahmad Alwi Shaleh, Irwan, dan Agung KPJ.
Sebelum berkembang di Karang Anyar 1, berdasarkan cerita yang berkembang di kalangan anggotanya, Perguruan Al Hikmah Wong Pandawa disebut telah lebih dahulu aktif di wilayah Muara Grinting, Kabupaten Subang, dengan anggota seperti Bapak Dedi, Bapak Undang, Bapak Dudung, Bapak Ono, Bapak Yayat, Bapak Sodiq, Bapak Hendrik, Bapak Bangkong, serta sejumlah anggota lainnya.
Selama perjalanannya, banyak anggota yang berpindah domisili karena pekerjaan maupun alasan keluarga. Meski demikian, hubungan silaturahmi di antara sebagian anggota tetap terjalin.

Namun, memasuki tahun 2025, aktivitas Perguruan Al Hikmah Wong Pandawa secara bertahap berhenti. Seluruh kegiatan dinyatakan telah berakhir dan tidak lagi dilanjutkan, sehingga Perguruan yang pernah berkembang selama lebih dari satu dekade tersebut kini telah resmi tidak aktif.

Seiring berjalannya waktu, aktivitas perguruan mengalami perubahan. Hingga memasuki tahun 2025, seluruh kegiatan perguruan dinyatakan telah berhenti dan tidak lagi banyak anggota yang bergabung melainkan semua anggota sudah tidak lagi mengikuti Perguruan tersebut. Anggota yang sebelumnya aktif juga telah menjalani kehidupan masing-masing, sehingga Perguruan Al Hikmah Wong Pandawa tidak lagi melakukan aktivitas sebagaimana pada masa kejayaannya.
Perjalanan Perguruan Al Hikmah Wong Pandawa menjadi bagian dari sejarah Perguruan yang pernah berkembang di wilayah Karawang dan Subang. Meski kini telah berakhir, keberadaannya tetap dikenang oleh para mantan anggotanya sebagai bagian dari perjalanan kebersamaan dan silaturahmi selama duduk bersama dalam 1 perguruan.
(Red)

