Jatisari,Karawang | Deraphukum.Click |
Kemacetan parah kembali terjadi di ruas Jalan Pantura Jatisari, Kabupaten Karawang, tepatnya mulai dari Polsek Balonggandu hingga Cikalong, Senin (26/5/2025) pukul 17.00 WIB. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan dari arah Cikampek menuju Cirebon yang nyaris lumpuh total.
Kondisi lalu lintas sangat padat dan merayap. Bahkan, pengendara sepeda motor terpaksa menempuh jalur ekstrem: melintas di bahu jalan yang sempit, tanpa trotoar, yang hanya berupa tanah, pasir licin, atau genangan lumpur saat hujan. Beberapa bahkan nekat melawan arus di seberang jalan.
Warga setempat menyebut, kemacetan di jalur ini adalah pemandangan rutin setiap pagi dan sore. Bahu jalan yang rusak parah menjadi salah satu penyebab utama insiden kecelakaan kecil yang sering terjadi, seperti pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat jalan bergelombang, licin, dan tidak stabil.
Lebih parah lagi, kondisi badan jalan di sepanjang ruas Kecamatan Kotabaru hingga Jatisari mengalami kerusakan serius. Kerusakan terparah terpantau di depan Kantor Desa Mekarsari, Kecamatan Jatisari. Lubang-lubang besar menganga di badan jalan, dengan beberapa pinggirannya bahkan menyembul hingga 30 cm—bahaya nyata bagi pengendara roda dua dan roda empat.
“Kalau hujan, lubang-lubang ini seperti kolam. Kami terpaksa zig-zag menghindar, yang malah bikin macet makin parah,” keluh salah satu pengendara yang ditemui tim lapangan Deraphukum.click.
Ironisnya, di depan Jembatan Timbang Balonggandu, jalan justru mulus meskipun proyek perbaikannya dilakukan bersamaan dengan ruas lain yang kini cepat rusak. Muncul dugaan di masyarakat mengenai kualitas aspal jalan yang diduga berbeda antar-ruas, sehingga jalan di lokasi lain cepat rusak, sementara di depan jembatan timbang tetap mulus.
Kemacetan diperparah oleh proyek infrastruktur yang sedang berjalan di wilayah Jatisari, antara lain:
1. Pembongkaran Jembatan Jalan Raya Cikalongsari–Perempatan Cikalongsari
2. Pembangunan Jembatan Sasak Gombreng–Cikalong
3. Pembangunan Jembatan di Desa Telarsari–Dusun Telar
4. Pembangunan Jembatan di sekitar RS Sentral Medika
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan konkret dari pihak terkait untuk mengatasi masalah kemacetan yang merugikan masyarakat ini. Warga berharap pemerintah daerah segera bertindak tegas dan memberikan solusi nyata, bukan hanya wacana.
Tim Liputan Deraphukum.click

