BANDUNG,Jawa Barat | Deraphukum.click | Bandung,Senin, 18 Mei 2026 – Upaya mengangkat potensi wisata lokal terus digalakkan, kali ini melalui kegiatan Pelatihan Dasar Kepariwisataan dengan tema “Membangun Ekosistem Pemasaran Digital Wisata Kuliner dan Pertunjukan”. Kegiatan yang berlangsung di Grand Hotel Pasundan, Jalan Peta, Bandung ini merupakan hasil usulan program reses yang diajukan untuk melayani kebutuhan masyarakat di empat kecamatan wilayah Regol, atas inisiatif Dr. H. Edwin Senjaya S.E., M.M., anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi Partai Golkar.
Acara ini dihadiri oleh para kader, pemangku kepentingan di bidang pariwisata, serta para peserta pelatihan yang berasal dari pelaku usaha kuliner, seniman pertunjukan, dan masyarakat umum yang memiliki minat mengembangkan potensi wisata di lingkungannya.

Kegiatan ini dirancang sebagai langkah nyata untuk membekali masyarakat dan pelaku usaha dengan pengetahuan serta keterampilan memanfaatkan teknologi digital dalam mempromosikan kekayaan kuliner dan seni pertunjukan yang menjadi ciri khas wilayah tersebut.
Dalam paparannya, Dr. H. Edwin Senjaya S.E., M.M. menyampaikan bahwa pelatihan ini lahir dari aspirasi masyarakat yang disampaikan saat masa reses. Ia menekankan bahwa wilayah Regol memiliki kekayaan kuliner dan tradisi seni pertunjukan yang sangat berharga, namun belum tergali dan dipasarkan secara maksimal.

“Wisata kuliner dan pertunjukan adalah dua kekuatan besar pariwisata kita yang tidak boleh dibiarkan hanya dikenal oleh kalangan terbatas saja. Di era sekarang, pemasaran tidak lagi hanya mengandalkan kehadiran fisik, tetapi bagaimana kita mampu memanfaatkan ruang digital untuk menjangkau pengunjung dari dekat maupun jauh,” ujar Edwin Senjaya.
Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun ekosistem pariwisata yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Menurutnya, ketika pelaku usaha dan seniman paham cara memasarkan produk dan karyanya secara digital, maka dampak positifnya akan terasa langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menciptakan pelaku wisata yang tidak hanya ahli di bidangnya, tetapi juga cakap dalam mempromosikan dirinya. Ini adalah wujud komitmen kami untuk memajukan potensi daerah, agar kekayaan budaya dan cita rasa Kota Bandung, khususnya di wilayah Regol, semakin bersinar dan menjadi tujuan utama wisatawan,” tambah Edwin Senjaya
Para peserta menyambut baik kegiatan ini dan berharap materi yang didapatkan dapat langsung diterapkan dalam usaha dan karya mereka. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara wakil rakyat, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam membangun pariwisata Kota Bandung yang semakin maju dan berdaya saing.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung terkait tantangan yang mereka hadapi dalam mengembangkan usaha dan karya seni di bidang pariwisata.
(pupu)

