KAJEN, | Deraphukum.click | Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, SS.,MS., menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Muslimat NU Kabupaten Pekalongan atas dedikasi dan pengabdian tanpa pamrih dalam membantu pelayanan masyarakat serta mendukung berbagai program pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Sukirman saat menghadiri Pengajian Ahad Legi Hidmat Muslimat NU (Himpunan Daiyah dan Majelis Taklim) Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pekalongan yang digelar di Halaman Masjid Jami’ Nurul Huda, Desa Kalilembu, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Minggu (24/05/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Sukirman menegaskan bahwa sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Muslimat NU selama ini telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan daerah, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan perempuan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga atas pengabdian Ibu-ibu Muslimat yang telah bahu-membahu melayani umat. Keberadaan dan aktivitas Muslimat NU membantu menyukseskan program pemerintah hingga 100 persen, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan,” ujarnya.

Sukirman juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur fisik. Salah satu langkah strategis yang diambil Pemkab Pekalongan bersama DPRD yakni menunda pembangunan Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan yang sebelumnya sempat terbakar pada Agustus lalu.
Menurutnya, anggaran pembangunan gedung tersebut akan dialihkan sepenuhnya untuk mempercepat perbaikan dan betonisasi jalan rusak di sejumlah wilayah prioritas pada tahun anggaran 2026 dan 2027.
“Kantor DPRD Kabupaten Pekalongan di Kajen yang sempat kebakaran mestinya dibangun tahun 2026 ini. Namun, melihat jalan-jalan kita di Karangdadap, Watusalam, Tirto, Siwalan, Kajen hingga Kesesi masih banyak yang rusak, kami bersama Ketua DPRD Pak Munir dan seluruh anggota legislatif sepakat membatalkan anggaran pembangunan gedung tersebut. Duitnya kita alihkan total untuk mengecor dan membeton jalan agar pembangunan fisik dan manusia bisa seimbang,” tegasnya.

Selain membahas pembangunan, Sukirman juga memberikan perhatian khusus terhadap isu sosial dan keamanan lingkungan, khususnya terkait perlindungan anak di lingkungan pendidikan berasrama dan pondok pesantren. Ia mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan pendidikan dan tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang mencoreng nama baik lembaga keagamaan.
“Jika ada praktik asusila yang korbannya anak-anak kita di luar sana, saya yakin seyakin-yakinnya itu bukan kiai. Itu adalah dukun yang mengaku-ngaku dan mengatasnamakan kiai. Kita harus menjaga lingkungan kita agar tidak ada oknum seperti itu yang mengotori institusi keagamaan kita,” tandas Sukirman.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, K.H. Muslih Khudhori menegaskan bahwa PCNU dan Muslimat NU selama ini selalu berjalan beriringan dalam mendukung berbagai program sosial, keagamaan, hingga kemanusiaan.
“PCNU tidak akan bisa berjalan sendirian tanpa program yang didukung dan dijalankan oleh Muslimat secara bersama-sama. Mulai dari urusan keagamaan, penanganan bencana rob di pantai utara, hingga program kemanusiaan dan kesejahteraan melalui Lazisnu, semuanya bergerak bersama,” ungkapnya.
Acara tersebut turut dihadiri Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah K.H. Ubaidullah Shodaqoh, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan K.H. Muslih Khudhori, Rais Syuriyah PCNU K.H. Baihaqi Anwar, serta ribuan jemaah Muslimat NU dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan.
( Ari )

