Karawang, Jawa Barat | Deraphukum.click | Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPRD Karawang dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) berlangsung panas. Dalam forum tersebut, Komisi III menerima berbagai masukan dari FKUB dan menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti temuan lapangan terkait pengelolaan sampah dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dinilai tidak transparan.
Beberapa anggota dewan bahkan mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah dan RTH. Mereka menyoroti indikasi kebocoran retribusi yang dinilai merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Komisi III menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Inspektorat untuk menelusuri aliran retribusi sampah yang diduga tidak tercatat dalam kas daerah.
> “Kami tidak bisa membiarkan potensi kebocoran PAD berlarut-larut. Jika benar ada praktik seperti ini, harus segera dihentikan,” tegas salah satu anggota dewan.
DLHK Janji Dalami dan Tindaklanjuti
Menanggapi kritik tajam dari FKUB, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menyatakan akan mendalami laporan yang disampaikan dalam forum tersebut. DLHK juga menyatakan kesiapan membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat untuk membenahi sistem pengelolaan sampah.
Namun hingga rapat berakhir, belum ada penjelasan konkret dari DLHK terkait mekanisme pengawasan terhadap pengelola sampah yang tidak memiliki nota kesepahaman (MoU), maupun rencana evaluasi terhadap pengelolaan RTH.
Desakan Publik Menguat
FKUB menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan hukum dan kebijakan. Mereka meminta DPRD tidak berhenti pada forum RDP semata, melainkan membentuk tim investigasi independen yang melibatkan unsur masyarakat sipil.
> “Kalau dibiarkan, rakyat bisa jadi korban dua kali—membayar retribusi, tapi tidak mendapatkan layanan yang layak,” tegas Angga Dhe Raka, perwakilan FKUB.
RDP ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin kritis terhadap kinerja pemerintah daerah, terutama dalam isu pelayanan publik dan transparansi anggaran.(Davis)

