Subang,Jawa Barat l deraphukum.click l Raib nya Dana Hibah yang bersumber dari Kementerian pertanian Tahun 2018 yang di salurkan Melalui Dinas Pertanian Kabupaten Subang Di Desa Tanjung wangi Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang mulai terkuak.
Alan Komarudin yang pernah menjabat Kepala Dusun di salah satu wilayah Desa Tanjung Wangi Juga terpilih menjadi salah satu anggota kelompok tani (Koptan) saat di temui Jum’at(03-Juli 2026) Menjelaskan Kepada Wartawan Medai ini.
Dalam pemaparannya bahwa Dana Hibah Di tahun 2018 Dari Dinas pertanian untuk Desa Tanjung wangi Di terima dari bermacam pengadaan, yaitu Sapi sebanyak 6ekor, Mesin Pengolah Pupuk organik beserta Mesin potong rumput seperti yang telah di terbitkan Media ini edisi sebelumnya.

Alan Menutur kan,dari 6 ekor sapi yang di terima oleh kelompok tani di bagi kan ke seluruhan nya untuk di kembang biakkan oleh anggota kelompok tani.”semua di bagikan satu orang satu ekor mas” tuturnya.
Bakal Calon Kepala desa Tanjung wangi ini menambah”setelah perjalanan dari tahun 2018,Saat Negara kita di Landa covid 19,Sapi bantuan ketahanan pangan itu di jual” dan hasil penjualan itu dipergunakan untuk keperluan hidup.sasr itu situas genting, sampai akhirnya sapi nya di jual”yang saya pelihara sendiri saja saya jual dengan harga 11juta, Namun total uang sampai ke tangan saya hanya sejumlah 9juta rupiah.
Masih menurut Alan Komarudin” kalau mesin pengolah pupuk organik dan satu ekor sapi dari bantuan ketahanan pangan di bawa oleh bapak Asep Rukmana yang saat itu menjabat sebagai ketua Gapoktan,dan sepengetahuan saya Bapak Asep itu sudah pindah dari Desa Tanjung Wangi ke Daerah Bandung”namun tepat nya di mana saya kurang tahu” tutup nya.
Sampai berita ini di turunkan Redaksi Media ini, pihak Pemerintah Desa belum berhasil di konfirmasi oleh awak Media, Komentar beberapa warga yang berhasil di himpun menyebut”Untuk Pesta Demokrasi yang akan berlangsung Di Tahun 2026 ini untuk pemilihan Kepala Desa,sudah seyogianya kita harus benar benar teliti.
Masih mengurus bantuan Dari Dinas pertanian saja sudah Amburadul begini,lalu bagaimana nanti kalau sudah terpilih dan lalu mengelola Anggaran Dana Desa dan sebagainya”
( YN )

