Brebes,Jawa Tengah | Deraphukum.click | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Brebes terus memperkuat konsolidasi internal melalui kegiatan pendidikan politik, Musyawarah Ranting (Musran), dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) sebagai langkah strategis memperkokoh struktur organisasi hingga tingkat akar rumput dalam menghadapi Pemilu 2029.
Kegiatan yang dirangkai dengan pengukuhan dan pelantikan pengurus ranting serta anak ranting se-Kecamatan Bumiayu itu berlangsung khidmat di Grand Dian Hotel Bumiayu, Senin (13/7/2026).

Prosesi pelantikan ditandai dengan pengucapan ikrar janji, yang diikuti sebanyak 105 pengurus ranting dan 290 pengurus anak ranting dari 15 desa di Kecamatan Bumiayu.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bumiayu, Sage Purwanto, menyampaikan apresiasi kepada DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes atas terselenggaranya pengukuhan kepengurusan baru tersebut. Menurutnya, pembentukan kepengurusan dilakukan melalui proses penjaringan yang selektif dengan mengedepankan integritas, loyalitas, serta semangat perjuangan demi membesarkan partai.
“Kami melakukan proses seleksi secara ketat untuk mendapatkan kader-kader yang memiliki komitmen, siap berjuang, berkorban, dan bekerja demi kebesaran serta kemenangan PDI Perjuangan pada Pemilu 2029, khususnya di wilayah Kecamatan Bumiayu,” ujar Sage Purwanto.

Ia mengaku bangga karena kepengurusan yang baru didominasi oleh wajah-wajah baru dari berbagai kalangan, termasuk perempuan, generasi muda, kaum milenial, dan Generasi Z yang dinilai memiliki semangat tinggi untuk membesarkan partai.
“Kami bersyukur banyak kaum perempuan, anak muda, milenial, hingga Generasi Z yang bergabung menjadi pengurus ranting maupun anak ranting. Ini menjadi energi baru bagi PDI Perjuangan di Kecamatan Bumiayu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sage Purwanto juga meminta DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes agar segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan beserta kelengkapan atribut organisasi, sehingga para pengurus yang baru dilantik dapat segera bekerja secara maksimal di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, H. Cahrudin, menegaskan bahwa Musyawarah Ranting merupakan agenda organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali sebagai bagian dari mekanisme kaderisasi sekaligus penguatan struktur partai.
Menurutnya, keberadaan pengurus ranting dan anak ranting memiliki peran yang sangat strategis sebagai ujung tombak partai dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat.
“Pengurus ranting dan anak ranting adalah ujung tombak partai. Saya berharap seluruh pengurus selalu hadir di tengah masyarakat melalui kerja nyata, menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat, karena PDI Perjuangan adalah partai wong cilik,” tegas Cahrudin.
Ia juga mengingatkan bahwa Kabupaten Brebes merupakan salah satu basis PDI Perjuangan di Jawa Tengah yang harus terus dipertahankan melalui kerja politik yang terorganisasi, solid, dan menyentuh langsung masyarakat.
“Brebes adalah basis PDI Perjuangan, Kandang Banteng yang telah dibangun dengan perjuangan panjang para kader. Basis ini harus kita pertahankan,” tegasnya .
Cahrudin menegaskan, tidak akan membiarkan partai lain mengubah ataupun menggerogoti suara PDI Perjuangan di Kabupaten Brebes. Seluruh jajaran DPC, PAC, ranting, anak ranting, badan dan sayap partai harus bergerak bersama, bekerja keras, menjaga soliditas, dan memenangkan PDI Perjuangan pada Pemilu 2029.
Lebih lanjut, Cahrudin menekankan pentingnya loyalitas seluruh kader terhadap organisasi. Ia mengingatkan agar setiap kader tetap tegak lurus terhadap keputusan partai dan tidak mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan.
“Sebagai kader partai, jangan menjadi pengkhianat dan pengecut. Kita harus tegak lurus terhadap garis perjuangan partai. Ke depan, PDI Perjuangan akan memberikan kepercayaan kepada kader-kader yang memiliki dedikasi, loyalitas, dan benar-benar berjuang membesarkan partai, bukan kepada mereka yang justru mengkhianati partai yang telah membesarkannya,” pungkas Cahrudin.
( W.AK)

