Yogyakarta, | Deraphukum.click | Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta kembali menunjukkan kontribusinya dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional. Per tanggal 10 Juli 2026, BULOG Kanwil Yogyakarta merealisasikan penyerapan gabah/beras dari hasil panen petani lokal mencapai 100 persen dari target total yang ditetapkan untuk sepanjang tahun 2026.
Keberhasilan pemenuhan target yang dicapai lebih cepat dari estimasi akhir tahun ini menjadi bukti nyata dari komitmen BULOG dalam menyerap hasil produksi pertanian dalam negeri. Langkah signifikan penyerapan ini sekaligus menjadi dasar kuat bagi pemerintah dalam mengamankan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menghadapi potensi fluktuasi cuaca ekstrem dan masa paceklik di paruh kedua tahun ini.
Pemimpin Wilayah BULOG Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama para petani di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sebagian wilayah Jawa Tengah yang masuk dalam wilayah kerja Kanwil Yogyakarta. Menurutnya, sinergi yang solid di lapangan menjadi kunci utama akselerasi pengadaan ini.

“Perum BULOG Kanwil Yogyakarta telah menyerap gabah petani sebesar 196.431 ton setara beras. Realisasi penyerapan gabah telah tercapai sampai dengan bulan ini. Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan seluruh stakeholder terkait yakni dukungan Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Walikota/Bupati di Provinsi DIY dan Karesidenan Kedu dan Banyumas, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY dan Jateng, PPL, TNI, Polri, serta Tim Jemput Pangan Perum BULOG.” Disampaikan oleh Dedi Aprilyadi, selaku Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Yogyakarta dalam keterangan resminya.
Dedi menjelaskan bahwa tingginya penyerapan ini juga didorong oleh strategi Tim Jemput Pangan yang diterapkan oleh BULOG Kanwil Yogyakarta sejak awal tahun.
Tim di lapangan secara aktif berkoordinasi dengan para pihak terkait seperti Babinsa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mitra Pangan Pengadaan, dan Poktan/Gapoktan guna memastikan gabah hasil panen dapat langsung terserap dengan harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meskipun target tahunan telah terpenuhi per Juli ini, BULOG Kanwil Yogyakarta menegaskan masih terus melakukan kegiatan penyerapan.
Petani meminta agar BULOG tetap hadir untuk menjaga agar harga gabah di tingkat produsen tidak anjlok, terutama di sisa masa panen yang masih berlangsung. Langkah yang ditunjukkan oleh BULOG Kanwil Yogyakarta ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat swasembada pangan nasional dan kemandirian pangan dalam negeri.
(Sabar)

