Indramayu, Jawa Barat | Deraphukum.click | Pemerintah Desa Drunten Wetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) secara terbuka untuk membentuk Koperasi Merah Putih. Tujuan pembentukan koperasi ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat hingga bertaraf nasional.
Sebanyak sembilan kandidat diusung sebagai calon ketua koperasi, di antaranya Yosep, Viola, Jojo, Kasim, Pedros, Edi, Eka, dan Irwan. Mereka dipilih secara demokratis oleh warga yang hadir dalam musyawarah tersebut.
Dari hasil pemungutan suara, Pedros meraih suara terbanyak dengan 12 suara, mengungguli kandidat lainnya. Yosep memperoleh 8 suara, Edi 6 suara, sementara Viola dan Irwan masing-masing meraih 2 suara. Berdasarkan hasil tersebut, panitia memutuskan Pedros secara sah terpilih sebagai Ketua Koperasi Merah Putih.
Saat diwawancarai oleh awak media, Pedros menyampaikan rasa syukur dan komitmennya.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada masyarakat yang telah mempercayakan saya sebagai ketua. Saya bersama pengurus akan bekerja semaksimal mungkin untuk memajukan perekonomian Desa Drunten Wetan melalui wadah Koperasi Merah Putih ini,” ungkapnya.
Plt. Camat Gabuswetan, Nono, juga menyampaikan dukungannya.
“Alhamdulillah, sesuai instruksi Bapak Presiden Nomor 9 Tahun 2025, telah dibentuk Koperasi Merah Putih di seluruh desa di Indonesia, dengan harapan agar perekonomian membaik dan kita bisa berswasembada pangan demi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada pengurus koperasi agar amanah dalam mengelola dana dari pemerintah pusat, serta mampu mengembangkan usaha-usaha desa melalui koperasi yang telah dibentuk.
Tak ketinggalan, Kepala Desa Drunten Wetan, Abdul Malik, turut memberikan pesan.
“Saya hanya bisa berpesan kepada ketua dan pengurus Koperasi Merah Putih agar transparan dalam mengelola keuangan, sehingga mampu mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian yang madani, sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Indramayu: Religius, Ekonomi Kerakyatan, Amanah, Nyaman, dan Gotong Royong (REANG),” tutupnya.(Tati.s)

