| Deraphukum.click | serang – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi melalui kerja sama internasional. Pada Oktober hingga November 2025, Program Doktor Pendidikan Pascasarjana Untirta menyelenggarakan rangkaian Kuliah Pakar Internasional dengan menghadirkan akademisi dari lima negara: Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Turkiye, dan Australia. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk memperluas wawasan ilmiah dan memperkaya pengalaman akademik mahasiswa serta dosen.
Rangkaian kuliah dimulai dengan pemaparan Dr. dr. Rizki Edmi Edison, Ph.D., dari Universiti Brunei Darussalam. Mengangkat tema “Unveiling The Hidden Architecture of Teaching and Learning in Brain,” kuliah ini menyoroti hubungan antara mekanisme otak dan proses pembelajaran. Materi tersebut membuka pemahaman baru bahwa pembelajaran yang baik perlu memerhatikan cara kerja otak manusia agar proses berpikir dan menerima informasi dapat berjalan optimal.
Sesi selanjutnya menghadirkan Associate Prof. Dr. Azizah Ismail dari Universiti Sains Malaysia bersama Dr. Fadlullah dari FKIP Untirta. Mereka membahas perbandingan sistem pendidikan Indonesia dan Malaysia, mulai dari kebijakan, kurikulum, hingga tantangan implementasi di lapangan. Diskusi ini memberikan gambaran luas mengenai peluang kolaborasi antarnegara dalam pengembangan kebijakan pendidikan.
Pada sesi berikutnya, Associate Prof. Mehmet Filiz, Ph.D., dari Amasya University, Turkiye, menyampaikan materi mengenai Systematic Literature Review. Ia menekankan bahwa penelitian yang kuat harus didukung dengan telaah pustaka yang terstruktur, lengkap, dan sistematis. Materi ini sangat membantu mahasiswa doktoral dalam memilih dan menyusun landasan teori yang tepat untuk penelitian disertasi mereka.
Penutup rangkaian kuliah pakar internasional disampaikan Associate Prof. Rosie Yasmin, Ph.D., dari University of Melbourne, Australia. Materinya bertajuk “Qualitative Research as a Tool for Educational Change and Innovation” menyoroti peran penelitian kualitatif dalam memahami permasalahan pendidikan dari sudut pandang sosial dan budaya. Pendekatan ini dinilai penting untuk menghasilkan inovasi pendidikan yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Koordinator Program Doktor Pendidikan Untirta, Prof. Dr. Asep Muhyidin, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas akademik. Ia menilai bahwa keberadaan pakar internasional memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami perkembangan ilmu pendidikan secara lebih luas dan mendalam.
Direktur Pascasarjana Untirta, Prof. Aan Asphianto, memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa perluasan jejaring internasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan reputasi Untirta di tingkat nasional maupun global. Menurutnya, kegiatan akademik semacam ini akan membuka peluang kerja sama riset dan pertukaran keilmuan di masa mendatang.
Melalui rangkaian Kuliah Pakar Internasional 2025, Untirta membuktikan komitmennya untuk terus bergerak mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga terlibat langsung dalam dialog ilmiah dengan akademisi dari berbagai negara. Langkah ini diharapkan mampu membawa Untirta semakin siap bersaing sebagai perguruan tinggi yang berorientasi global. (Redaksi)

