KAJEN, Jawa Tengah | DerapHukum.click | Memasuki musim pancaroba yang berlangsung sejak Mei hingga Oktober, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan terus memperkuat langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi bencana di wilayah setempat, Selasa (23/9/2025).
Plt. Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Arif Nugroho, S.STP., M.M., menjelaskan bahwa wilayah Pekalongan terbagi menjadi dua karakteristik daerah rawan bencana, yakni hulu dan hilir.

“Untuk wilayah hulu, meliputi Kecamatan Paninggaran, Kandangserang, Lebakbarang, dan Talun. Potensi bencana di daerah ini adalah longsor. Sementara untuk wilayah hilir, seperti di Tirto, Siwalan, dan Wonokerto, rawan banjir dan rob,” terangnya.
Di daerah hulu, BPBD menanam vetiver—rumput dengan akar yang kuat untuk menahan tanah agar tidak longsor.
“Menurut penelitian IPB, kekuatan akar vetiver setara seperempat kawat baja. Karena itu, kami tanam di tebing-tebing untuk mengurangi potensi longsor,” jelas Arif.

Selain itu, BPBD juga menanam pohon aren di sekitar mata air pada momentum Hari Konservasi Alam. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan air sekaligus melestarikan lingkungan.
Adapun di wilayah hilir, BPBD menyalurkan dua unit pompa air di Desa Karangjompo untuk membantu masyarakat mengatasi genangan rob.
Arif Nugroho juga mengajak masyarakat aktif menjaga lingkungan melalui gerakan Jumat Bersih.
“Dengan membersihkan saluran air dari sampah, selain menjaga kebersihan lingkungan, kita juga bisa meminimalisir risiko banjir. Jika kita menjaga alam, maka alam pun akan menjaga kita,” pesannya.
(ARI)

