KARAWANG, | Deraphukum.click | 12/03/2025 Sejak Jaman Kolonialisme Kota Karawang sudah dikenal sebagai wilayah terluas area Pesawahannya .
bukan hanya dijawa barat tapi secara Nasional , sehingga Karawang dikenal dengan sebutan lumbung padi . Makanya jangan heran kalau sebagian penduduknya kebanyakan hidup dengan bermata pencaharian sebagai petani disamping nelayan yang memang kota karawang dekat juga dengan pesisir pantai.
Bahkan pada masa Orde Baru tahun 80an kota karawang pernah swasembada beras , karna hasil panen raya yang selalu melimpah sehingga
pemerintah orde baru waktu itu sampai bisa mengexport beras ke negara negara tetangga seperti singapore , malaysia dan brunei darussallam.
Seiring berjalannya waktu diera industrialisasi dimana negara indonesia yang memiliki populasi penduduk yang banyak , sudah barang tentu rakyatnya memerlukan kebutuhan sandang papannya.
Seperti halnya produk textile , Electronik , Automotif , dan lain sebagainya .
agar tidak bergantung ke negara produsen.
Sehingga pemerintah indonesia merencanakan pengembangan kawasan industri.
Kota jakarta sebagai ibu kota negara yang sudah penuh sesak dengan area perkantoran , perumahan dan industri dirasa perlu adanya perubahan tata letak kota yang tertata rapih,bersih dan sehat yang terbebas dari polusi udara baik dari industri dan kendaraan bermotor dan terbebas dari limbah industri .
Maka dirasa perlu untuk menyediakan area industri yang sangat luas
Kota Karawang sebagai penopang ibu kota negara terdekat setelah Bekasi yang masih luas tanah kosongnya dirasa pantas untuk dijadikan area industri .
Maka pemerintah melalui penerbitan keppres No 53 tahun 1989 menyiapkan karawang sebagai kawasan industri modern .
Dengan dibangunnya kawasan KIIC (karawang industial international city)
Kawasan KIM(kawasan industri Mitra karawang), kawasan suryacipta dan banyak wilayah dikarawang yang tadinya wilayah rawa rawa dan pesawahan berubah menjadi kawasan industri .
Pemerintah membuka kran investasi selebar lebarnya kepada negara negara maju untuk berinvestasi diindonesia .
Jepang salah satu negara asia yang banyak sekali membangun pabrik pabrik automotif,electronik, furniture,almunium, baja dll , dibanding negara negara Amerika dan erofa dan china dikawasan industri karawang .
Tidak cukup kawasan industri karna dengan banyaknya pekerja pabrik yang datang dari wilayah jawa tengah dan jawa timur disamping warga jawa barat sendiri dirasa perlu pemerintah menyediakan area pemukiman untuk para pekerja daerah maupun luar daerah yang membutuhkan rumah atau tempat tinggal . maka tidak aneh kalau dikarawang pun banyak tersebar kawasan perumahan diwilayah karawang Barat sampai karawang timur.
Setiap kebijakan pastinya akan ada Dampak dari proses perubahan jaman .
Karna kemajuan teknologi yang tidak seimbang yang tidak dibarengi dengan kesetaraan penghasilan yang jelas seperti halnya pekerja dibidang industri pabrik yang jelas penghasilan bulanannya dibanding sektor pertanian dan nelayan sehingga dapat kita saksikan banyak sekali anak muda sekarang tidak banyak lagi yang mau berprofesi sebagai petani dan nelayan .
Anak muda sekarang lebih berminat menjadi pekerja pabrik , sehingga kota karawang yang tadinya dikenal sebagai kota lumbung padi tidak lagi seperti dulu.
Sehingga indonesia sekarang tidak lagi bisa mengexport beras tapi malah sebaliknya pengimport beras dan kebutuhan pokok lainnya dari negara tetangga seperti vietnam , thailand dan india.
Maka sudah sewajarnya pemerintah daerah maupun pusat untuk lebih memperhatikan kembali ketimpangan yang sudah terjadi .
Semoga Gubernur terpilih kang Dedi mulyadi menerapkan dipemerintahan sekarang apa yang beliau sering sebutkan dalam setiap pernyataannya
Yaitu ingin mengembalikan sistem pendidikan jaman dulu dimana anak anak diajarkan cara bercocok tanam , ( berkebun dan bertani ) , beternak dan belajar menangkap ikan untuk anak yang ada dipesisir pantai .
Sehingga mengembalikan fungsi hutan sawah dan lautnya . Sehingga anak anak mudanya tidak hanya berharap hanya bekerja dipabrik saja. Tapi akan banyak lagi anak anak muda yang mau kembali berprofesi menjadi seorang petani dan nelayan dengan penghasilan yang tidak jauh berbeda dengan karyawan pabrik.
(Dadan)

