Bandung,Jawa Barat l Deraphukum.click l Kamis, 11 Juni 2026 Perayaan 9th Anniversary MC.BDG Nawawarna yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru berlangsung meriah di Gedung Pusat Kebudayaan Kota Bandung.
Kegiatan ini dihadiri ratusan Master of Ceremony (MC) profesional dari Bandung Raya dan menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi profesi MC sebagai bagian dari industri komunikasi dan hiburan di Jawa Barat.
MC.BDG merupakan komunitas profesi resmi yang mewadahi para Master of Ceremony dari wilayah Bandung Raya dengan mengusung slogan “Pride and Respect.” Selama sembilan tahun perjalanan organisasi, MC.BDG berkembang menjadi pusat pengembangan kompetensi, edukasi komunikasi publik, sekaligus wadah membangun jejaring profesional bagi para MC.
Puncak acara ditandai dengan pelantikan pengurus baru periode 2026–2029 yang dipimpin oleh Yudhi Raven sebagai Ketua MC.BDG terpilih.
Ketua Panitia, Sarah Ayu, menjelaskan bahwa proses pemilihan ketua dilaksanakan secara terbuka dan demokratis dengan melibatkan seluruh anggota komunitas.

“Kami membentuk tim ad hoc untuk melakukan penjaringan calon. Seluruh anggota diberikan kesempatan mengusulkan nama, dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi serta proses pemungutan suara berbasis database digital hingga akhirnya terpilih Ketua MC.BDG yang baru,” ujarnya.
Sarah menambahkan, saat ini MC.BDG memiliki sekitar 150 anggota aktif yang sebagian besar merupakan MC profesional dengan pengalaman dan kemampuan yang mumpuni di berbagai bidang acara.
Sementara itu, perhatian peserta tertuju pada sambutan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap profesi MC yang selama ini kerap berada di balik kesuksesan sebuah kegiatan.

Menurut Farhan, seorang MC mungkin bukan sosok yang paling ditunggu dalam sebuah acara, namun memiliki peran sentral dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.
“Dalam sebuah konser yang ditunggu orang adalah penyanyinya, bukan MC-nya. Dalam acara kenegaraan yang ditunggu pidato pemimpinnya, bukan MC-nya. Tapi semua orang yang akan tampil tidak akan pernah naik ke panggung kalau belum dipersilakan oleh MC.

Di situlah peran penting seorang MC sebagai pengatur irama atau flow sebuah acara,” tegas Farhan disambut tepuk tangan peserta.
Farhan menilai profesi MC membutuhkan kemampuan komunikasi yang tinggi, kecerdasan membaca situasi, serta keterampilan mengendalikan dinamika acara secara profesional.
Ia juga menekankan bahwa perkembangan dunia media digital menuntut seorang MC tidak hanya memiliki teknik vokal yang baik, tetapi juga karakter yang kuat, ekspresi yang jujur, dan kemampuan membangun kedekatan dengan audiens.
“Masyarakat sekarang tidak lagi hanya mencari suara yang bagus. Yang dicari adalah karakter, ekspresi, dan kejujuran. Itu yang membuat seseorang dipercaya dan dicintai audiens,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan turut mengenang perjalanan kariernya di dunia radio sejak awal 1990-an. Menurutnya, radio merupakan sekolah terbaik bagi para pembawa acara untuk mempelajari intonasi, penguasaan panggung, pengelolaan emosi, hingga membangun kedekatan dengan pendengar.
“Jangan pernah meninggalkan ilmu radio. Dari sanalah kita belajar bagaimana mengatur suara, mengatur ritme, membangun komunikasi, dan memahami audiens,” ujarnya.

Lebih lanjut, Farhan menyoroti realitas profesi MC yang sebagian besar berstatus pekerja lepas atau freelancer. Ia menilai para MC pada dasarnya adalah entrepreneur yang harus mampu mengelola karier, kesehatan, dan masa depannya secara mandiri.
“Profesi MC adalah profesi yang luar biasa. Hari ini bekerja dan mendapatkan honor, besok belum tentu. Karena itu para MC harus memiliki kesiapan mental, profesionalisme, dan perlindungan sosial yang baik,” katanya.
Perayaan 9th Anniversary MC.BDG Nawawarna menjadi bukti bahwa profesi Master of Ceremony di Kota Bandung terus berkembang dan semakin diperhitungkan. Dengan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Yudhi Raven, komunitas ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak MC profesional yang adaptif, berintegritas, serta mampu bersaing di era komunikasi digital yang terus berkembang.
{pupu}

